Header Ads

Serunya Bertandang ke Studio Film Terbesar se Asia Tenggara

Kagum dan bangga, itulah perasaan saya saat pertama kali bertandang ke studio film yang konon terbesar se Asia Tenggara ini. Bagaimana tidak, di tempat yang terpencil dan jauh dari keramaian terdapat sebuah studio film yang sangat luas. Dimana dari studio ini telah menelorkan beragam film berskala internasional. “ Infinite Studio” itulah nama studio ini.

Pagi ini tepatnya minggu 12 Maret 2017 saya beserta kawan-kawan Blogger Kepri berkunjung ke studio ini. Studio yang terletak di Nongsa Batam yang letaknya bersebelahan dengan Pelabuhan Internasional Nongsa Pura ini nampak biasa saja kalau dilihat dari luar, karena memang letaknya yang terselubung di balik rimbun pepohonan. Namun setelah melewati gerbang dan masuk areanya, kita akan menemukan beberapa bangunan besar yang tersebar di area yang sangat luas ini.

Bangunan yang paling depan dari Infinite studio (foto: koleksi pribadi)

Kami diberi kesempatan untuk melihat lihat set properti bekas pembuatan beberapa film yang sempat nge-hit beberapa tahun ini. Dan pagi ini kami beruntung bisa melihat sisa-sisa tempat atau properti tersebut sebelum dibongkar atau di-retouch untuk dipakai pembuatan film baru.

Studio ini terbagi menjadi dua bagian yaitu studio indoor dan outdoor. Studio indoornya terbagi lagi menjadi dua yaitu, yang luasnya 14 ribu square feet dan 30 ribu square feet. Dan yang terakhir inilah yang terdapat properti untuk syuting film Halfworlds 2, yang tayang pada 22 Januari 2017 silam.

Studio yang awalnya dibangun sebagai studio animasi sejak 2009 ini, telah dilakukan pengembangan-pengembangan hingga nampak megah seperti yang terlihat sekarang ini. Terdapat beberapa bangunan besar layaknya hanggar pesawat terbang atau menyerupai kontruksi sebuah pabrik. Bangunan-bangunan besar ini tergolong masih baru dan dibangun sekitar tahun 2011, ini memberi kesan studio ini terlihat makin luas. Apalagi area studio ini terletak di antara beberapa resort, sehingga tempat ini pas digunakan untuk salah satu tujuan wisata.

Bella Yolanda (foto: koleksi Bella)

Pagi itu kami bertemu Mbak Bella Yolanda selaku Public Relation di Infinite studio ini, dan diajak melihat langsung ke beberapa lokasi bekas syuting film yang ada. Seperti film Joker game, Headshot, I Love You from 38000 Feet, Beyond Skyline, Serangoon Road 1960 dan Halfworlds 2.

Pada kesempatan pertama ini, kami diajak melihat salah satu tempat syuting film Joker Game. Film Jepang yang tayang tahun 2015 yang dibintangi oleh beberapa aktor Jepang dan Barat inipun sebagian mengambil syuting di Jepang, Singapura dan di sini. Kami ditunjukkan sebuah tempat semacam tempat hiburan malam ala Jepang era perang dunia dua . Suasana tempat satu ini memang khas. Dengan ruangan bercahayakan warna merah yang remang-remang dengan dinding yang tertutup tirai merah, mengesankan kehidupan malam yang sangat terasa, maklum film ini bergenre thriller dengan kisah tentang spionase era itu. Sungguh ruangan ini tampak seperti asli walaupun hanya terbuat dari dinding triplek dan polyfoam saja.

Tempat hiburan malam, salah satu properti dalam film Joker Game (foto: koleksi pribadi)

Berikutnya kami ditunjukkan sebuah replika jam dinding raksasa layaknya jam di Eropa sana dengan beberapa motor jadul didepannya, motor model angkatan perang pada perang dunia dua ini adalah properti bekas syuting film Joker Game juga. Karena replika jam raksasa ini sangat menarik, kamipun antusias untuk foto-foto disini. Maklum, rata-rata kami suka narsis jadi spot yang satu ini pun sayang kalau dilewatkan begitu saja haaa!

Jam raksasa, salah satu properti film Joker Game (foto: koleksi Blogger Kepri)
Kunjungan berikutnya adalah production office, di sini kami ditunjukkan beberapa foto proses pembuatan film . Ada beberapa adegan menarik dalam foto-foto tersebut, salah satunya adegan Iko Uwais yang sedang berlaga melawan monster di sebuah candi. Adegan di foto tersebut adalah salah satu scene dari film Beyond Skyline yang rencana awal akan mengambil syuting di sebuah candi di Solo Jawa tengah. Berhubung area candi tidak boleh ada adegan kekerasan maka syuting adegan inipun dilakukan di Studio Infinite Batam ini. Kalau melihat foto dan seperti yang diterangkan Mba Bella, kalau bikin film tampaknya biasa saja tapi kalau sudah diberi efek khusus akan terlihat luar biasa. Ini bisa kita lihat dari beberapa foto yang ditunjukkan.

Foto adegan Iko Uwais duel melawan monster di sebuah candi ( foto: koleksi pribadi)
Puas melihat foto-foto proses pembuatan film, kamipun masuk kedalam dan mampir ke ruang make up artis, lagi-lagi kami tak menyia-nyiakan ruangan yang lazim kita lihat di film-film dan acara infotainment ini untuk berfoto-foto ria.

Make Up room(foto: koleksi pribadi)
Selanjutnya kamipun masuk kedalam sebuah bangunan besar semacam bangunan pabrik yang beratap gelap. Di sini terdapat beberapa properti bekas pembuatan film juga. Di salah satu sudut gedung ini terdapat benda tiruan kabin pesawat. Tiruan kabin pesawat ini juga terbuat dari triplek yang sisi dalamnya sangat mirip dengan aslinya, ini adalah properti untuk film I Love You From 38000 Feet. Film nasional bergenre drama yang dibintangi oleh Michele Ziudith, Derby Romero, Rizky Nazar dan kawan-kawan inipun mengambil syutingnya disini.

Tiruan kabin pesawat terbuat dari triplek ( foto: koleksi pribadi)

Poster ILY from 38.000 Feet (foto: koleksi Liputan 6.com)
Di sebelahnya ada sebuah benda besar berdiri tegak berbentuk silinder dan ini adalah tiruan dari sebuah sumur sesungguhnya. Sumur tiruan ini dipakai dalam set film Headshot yang juga di bintangi Iko Uwais. Kalau dilihat dari penampakannya sumur ini dibuat lebar karena untuk proses pengambilan video dengan tujuan kamera bisa bermanuver dengan maksimal. Dan tak kalah menariknya, film yang rilis pada 2016 ini, salah satu produsernya adalah Mike Wiluan yang merupakan CEO dari Infinite Studio ini, yang mana beliau biasa menjadi mentor di seminar-seminar interpreunership di Batam.

Penampakan sumur ( foto: koleksi pribadi)

Sisi dalam sumur yang mirip aslinya, model adalah pemilik www.catatantraveler.com (foto: koleksi Blogger kepri)

Masih dalam gedung yang sama. Berikutnya kami meng-eksplore beberapa ruangan yang terbentuk dari sekat-sekat triplek. Ketika kami masuk suasananya sangat menyeramkan. Rupanya di dalamnya terdapat banyak ruangan. Seperti ruangan penjara, tempat penyiksaan, bar dan juga terdapat ring pertarungan berbentuk octagon yang lazim digunakan untuk pertandingan beladiri. Dan uniknya dalam proses syuting saat itu, disini membutuhkan 200 orang yang berperan sebagai penonton acara pertarungan ini. Dan diambilah warga sekitar Nongsa sini, mereka hanya diminta untuk berteriak atau beryel-yel ala penonton sesungguhnya, dan merekapun dibayar 300ribu per orang untuk berakting seperti itu, wah enak ya?

Octagon, ring tempat pertandingan beladiri (foto: koleksi pribadi)

Rangkaian pipa dan manifold tiruan (foto: koleksi pribadi)

Cafe (foto: koleksi pribadi)
Stage. Model adalah pemilik www.bamsnektar.blogspot.com  (foto: koleksi pribadi)

Dalam sekat-sekat kayu inilah film Halfworld 2 dibuat (foto: koleksi pribadi)

Dan tempat ini juga digunakan untuk syuting beberapa film. Salah satunya film Halfworld 2 . Film yang dibintangi aktor kita Reza Rahardian dan kawan-kawan. Ini merupakan film kerjasama antara Thailand dan Indonesia dan telah tayang di TV HBO Asia. Untuk set film ini ruangannya memang sengaja dibuat menyeramkan dan tak terurus karena film ini bercerita tentang dunia lain dan juga kehidupan underground di Thailand sana. Ini bisa kita lihat dari suasana yang remang-remang, dinding-dinding berwarna kusam, akar-akar pepohonan yang menjulur, sarang laba-laba di beberapa sudut sehingga menghasilkan suasana dan keadaaan yang dramatis. Walaupun begitu, disini juga tetap mengedepankan aspek safety yang tinggi . Seperti dinding dan alasnya dibuat lunak. Karena ruangan ini juga digunakan untuk adegan beladiri sehingga mengedepankan mutu keselamatan para pemainnya. Dan beruntungnya, kami saat ini bisa berfoto-foto disini karena sebelumnya tidak boleh karena memang saat itu filmnya belum tayang.
Ruang pengasingan (foto: koleksi pribadi)

Kursi penyiksaan. Model adalah pemilik www.emerer.com  (foto: koleksi pribadi)

Puas meng-eksplore indoor studio akhirnya kami menuju outdoor studio. Di luar kamipun melanjutkan kunjungan ketempat semacam sebuah gang atau jalan tempo dulu, dengan di kiri kanannya terdapat bangunan semacam ruko-ruko jadul. Dan benar adanya, Mba Bella menambahkan, bahwa yang didepan kami adalah tiruan sebuah jalan, yaitu Serangoon Road di Singapura. Yang mana jalan dan ruko-ruko tua ini adalah tempat untuk syuting film “ Serangoon Road 1960” yang mana film ini 80% dibuat di studio ini dan sisanya di Singapura.

Replika jalan Serangoon Road (foto: koleksi pribadi)

Sekilas bangunan-bangunan ini tampak seperti betulan, namun sejatinya ini juga replika, karena bangunan-bangunan yang menyerupai ruko ini hanya dibutuhkan bagian depannya saja. Karena bagian belakanganya melompong alias tidak ada apa-apanya, hanya terdiri dari rangka besi atau stage-stage yang bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan. Sehingga kami dianjurkan untuk berhati hati bila berjalan didekat dengan bangunan-bangunan ini. Dikhawatirkan dinding-dinding yang rapuh bisa jatuh menimpa kita bila diterpa angin.

Walupun beberapa sudut banyak yang rusak namun tidak mengurangi keunikan tempat yang satu ini. Disini kita bisa menemukan tiruan café, bengkel sepedah, tempat jahit, toko obat dan beberapa tempat unik lainnya. Disekitarnya terdapat beberapa kendaraan untuk kebutuhan syuting seperti truk, mobil ambulan, angkutan umum, sepedah dan lainnya. Semua tempat cukup instgramable dan sayang kalau dilewatkan untuk foto-foto dan bernarsis ria.


Pada dasarnya manusia, dari anak-anak hingga dewasa suka bermain. gambar diatas sebagai contoh  (foto: koleksi Blogger Kepri)

Selain itu di sudut lain kami menemukan onggokan bagian pesawat terbang betulan dan ini adalah salah satu property untuk syuting film” I love You From 38000 Feet” seperti yang telah saya singgung diatas. Wah berarti memang membuat film itu tidak main-main alias butuh modal gede ya!?


Onggokan asli bagain pesawat terbang (foto: koleksi Blogger Kepri)

Untuk diketahui, dalam pembuatan semua set properti di sini walau dibawah supervise dan design dari project filmnya, namun ini semua yang membuat adalah orang Batam sendiri. Jadi kitapun patut berbangga karena orang kita tak kalah kreatif dari para creator film diluar negeri sana.

Di akhir acara eksplore ini, Mba Bella pun menambahkan, selain studio indoor dan outdoor yang telah kita kunjungi baru saja, studio ini juga terdapat sebuah studio animasi. Tetapi studio yang satu ini sifatnya “ confindential” tidak semua orang boleh masuk. Kalau memang ada yang ingin mengetahui prihal studio animasi ini bisa kontak langsung ke Mba Bella untuk mendapat info yang dibutuhkan ataupun press realese-nya. Selain itu, studio animasi ini mempunyai 350 animator dari seluruh Indonesia, cuma 20 % saja orang Batam. Sehingga studio animasi ini membuka pelatihan-pelatihan secara gratis tentang ilmu animasi bagi siapa saja warga Batam yang berminat untuk belajar disini. Keren Bukan?!

Papan petunjuk arah studio (foto: koleksi pribadi)

Itulah sedikit yang dapat saya bagi dengan kawan-kawan tentang menariknya studio Infinite ini. Bagi kawan kawan yang ingin berkunjung ke sini caranya cuma satu, yaitu dengan beli tiketnya di Turi Beach Resort atau kontak ke nomer resort tersebut di +62 778 761 080 atau via email: reservations@turibeach.com dengan syarat minimum sepuluh orang dan per orang cuma dikenakan IDR 75.000 saja. Selain itu, syarat yang lebih penting adalah, kita bisa berkunjung ke Infinite Studio ini bila disini tidak ada jadwal syuting.

So tunggu apa lagi? Yuk kesini ramai ramai!


Keluarga besar Blogger Kepri ( foto: koleksi Blogger Kepri)




Berikut momen-momen menarik dalam kunjungan kami:

Kasih ibu sepanjang masa. Model adalah pemilik www.enjoybatam.com (foto: koleksi Blogger kepri)

Wartawan, Photographer dan Blogger in actions (foto: koleksi Blogger Kepri)

Bak sinse. Model adalah pemilik www.chay-capcay.com (foto:koleksi Blogger kepri)

Mobil jadul. Model adalah pemilik www.zackamega.com  (foto: koleksi Blogger Kepri)

Anak-anak depan toko obat (foto: koleksi pribadi)

Unik, nomer rumah kelurahan kalideres Jakarta ada di Serangoon Road ( foto: koleksi pribadi)
Bahagia (foto: koleksi Blogger Kepri)

Tempat jahit (foto: koleksi pribadi)

Sisi dalam tempat jahit (foto: koleksi pribadi)

Bengkel sepeda ( foto: koleksi pribadi)

Set properti sebuah kedai dalam film Serangoon road 1960 yang di retouch ke film halfworld 2 (foto: koleksi pribadi)

Totalitas Blogger (foto: koleksi pribadi)

Mr. Herrington jauh-jauh dari USA demi melihat studio ini (foto: koleksi pribadi)

Penulis turut nampang juga ( foto: koleksi www.adventurose.com)
Sayonara (foto: koleksi Blogger Kepri)


Infinite Studio

Jl Hang lekiu Teluk Mata Ikan

Nongsa Batam KEPRI



Howgh!

Batam, 9 Mei 2017


10 komentar:

  1. Waaah saya belum nulis yang ke sini. Nyari bahan dulu ah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya sist, berhubung tak ada dead line, santai saja hehe...btw trims dah mampir.

      padahal ini tulisan baru setengah mataeng he2..!

      Hapus
  2. Wow,great Mr.Fauzi! I just know by your post if in Nongsa also there is a studio film. Thankyou for your post.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Absolutely.

      thanks for visiting. do you have blog? let keep writing haa..

      Hapus
  3. dat nice mister,i thought it was housing or somthin(i saw d banner otw back)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mean, do you often pass through this way..broda?

      Hapus
    2. Mean, do you often pass through this way..broda?

      Hapus
  4. Semoga jadi penulis yang sukses nggih mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trims sist.
      Ini cuma iseng coret coret saja.

      Btw trims dah mampir.

      Hapus
    2. Trims sist.
      Ini cuma iseng coret coret saja.

      Btw trims dah mampir.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.